Pengalaman Menginap di Caravan Taman Safari

Setelah ratusan purnama, akhirnya kami bisa berlibur kembali. Horeeeee! Agak lebay sih memang. Karena purnama yang kami lalui setelah liburan terakhir jumlahnya belum sampai ratusan. Hanya saja sudah beberapa kali liburannya selalu beramai-ramai, baik itu bersama keluarga besar maupun bersama teman-teman di komunitas. Saya kangen liburan berlima saja hehe…

Rupanya suami juga mengerti apa yang saya inginkan. Di pertengahan Februari kemarin suami mengajak saya dan anak-anak berlibur ke Taman Safari. Wah! Taman Safari! Sudah lama memang saya ingin mengajak anak-anak kembali mengunjungi Taman Safari. Terlebih sejak kedatangan dua panda asli negeri Tiongkok, Hu Chun dan Cai Tao. 

Terakhir ke Taman Safari sekitar tahun 2014. Saat itu Ade masih berusia 3 tahun. Rasanya di usia yang masih kecil, kunjungan kami ke Taman Safari saat itu tidak meninggalkan kesan sama sekali. Buktinya sewaktu saya tanya apa yang Ade ingat di Taman Safari, Ade hanya menggelengkan kepalanya. 

Salah satu tempat berlibur favorit bagi anak-anak adalah… jeng.. jeng.. Taman Safari Cisarua. Ya, meski sudah pernah ke Taman Safari Indonesia beberapa kali, anak-anak seolah tak bosan dan selalu mengajak ke sana tiap kali liburan. Tentu saja tidak setiap ajakan mereka dituruti.

Liburan kemarin Ceuceu dan Teteh ingin merasakan sensasi menginap di tengah hutan. Sementara Ade tetap keukeuh ingin liburan ke Taman Safari. Tapi ketika melihat rate menginap di camping ground, duh… koq ya mahal ya? Padahal dekat rumah. Ini mah kalau kira-kira gak betah tinggal di hutan, tinggal nggelundung aja ke rumah.

Sebagai jalan tengah, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk menginap di Caravan Hotel yang ada di Taman Safari saja. Tarifnya masih setengah dari tempat camping dekat rumah hihi…

Caravan ini memang berada di area Taman Safari Indonesia, dari Safari Lodge Hotel masih masuk ke dalam. Karena berada di area Taman Safari Indonesia, lingkungan di sekitar hotel dan caravan benar-benar masih alami. Udaranya sangat sejuk. Air yang keluar dari keran pun rasanya dingin sekali.

Selain Caravan, Safari Lodge juga menyediakan tipe kamar hotel bintang 3 dan bungalow dengan tarif yang cukup bersaing. Harga kamar/malam/hari mulai Rp. 800.000 tergantung hari (weekdays/weekend)

Caravan yang digunakan memang caravan asli yang ditempatkan mulai di titik terluar hingga titik terdalam yang suasananya hutan banget. Fasilitas hotel terbilang cukup lengkap, ada restoran, kolam renang, dan lapangan olahraga.

Tamu hotel bisa menikmati sarapan di restoran sambil menikmati suasana hutan. Biasanya tiap pagi keeper membawa satwa asuhannya berolahraga di sekitar restoran. Ini tentu saja menjadi tontonan yang menarik bagi anak-anak.

Selain restoran, tersedia juga kolam renang lengkap dengan jacuzzi, wahana permainan anak-anak, dan penyewaan sepeda bagi yang ingin mengelilingi komplek Safari Lodge yang luas.

Suasana di dalam Caravan cukup nyaman. Ada dua buah tempat tidur (1 double bed, 1 bunk bed), satu buah sofa, satu buah televisi dan kamar mandi. Meski perabotnya terbilang cukup tua, tapi semuanya dirawat dengan baik sehingga tidak terkesan sumpek. Anak-anak malah betah berlama-lama di dalam Caravan dan meminta kamar seperti Caravan ini di rumah ahahaha

O ya, karena jumlah yang terbatas, hanya ada 25 unit Caravan, untuk menginap di Caravan ini kita perlu melakukan reservasi minimal 1 bulan sebelumnya.

Selain itu tamu Safari Lodge juga mendapatkan diskon tiket masuk ke arena Taman Safari Indonesia sebesar 30%.

Saran saya sih, check in sore hari lalu keliling satwa. Keesokan harinya baru deh menjajal wahana dan atraksi yang ada di Taman Safari. 

Hmmm… itinerary Taman Safarinya saya ceritakan di tulisan lain saja ya. Biar tulisan di blog ini makin banyak hahaha.

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya!

 

Leave a comment